Profil Dinas Perindagkop dan UMKM
20 Jun 2011 08:13 WIBDinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM mempunyai selanjutnya »
Pasar Subuh 2010
30 Apr 2011 14:43 WIBPasar Subuh 2010. Pasar Subuh 2010. Pasar Subuh 2010. selanjutnya »
Peresmian Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit di Kawasan Marunda Center International

Bekasi, 29 Maret 2010 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu ini meresmikan pabrik industri hilir kelapa sawit di kawasan Marunda Center International Warehouse & Industrial Estate, Kabupaten Bekasi. Turut hadir dalam peresmian tersebut antara lain Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Ketua BKPM Gita Wiryawan, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf. Menurut Komisaris Utama PT SMART Tbk, Franky O. Widjaja bahwa pembangunan ini merupakan tahap awal dari rencana investasi sebesar Rp 2,3 triliun hingga tahun 2013 yang dikembangkan oleh kelompok usaha Sinarmas melalui PT SMART Tbk. Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 10 hektar, dengan kapasitas pengolahan 300 ribu ton minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil) per tahun. Setiap tahun mampu menghasilkan 168 ribu ton minyak goreng dan 112 ribu ton margarin per tahun.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa upaya hilirisasi yang dilakukan korporasi secara tidak langsung ikut mendukung agenda pemerintah dalam percepatan dan perluasan ekonomi nasional. Indonesia yang selama ini mengekspor CPO dalam bentuk bahan mentah hingga 60-65 persen dari total produksi CPO nasional. Pemerintah secara bertahap akan mengatur agar ekspor CPO ke konsumen luar negeri lebih didominasi produk yang mampu memberikan nilai tambah dengan persentase mencapai 60 persen. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ekspor produk yang berkaitan dengan CPO saat ini masih didominasi oleh produk bernilai tambah rendah. Kita ingin melihat ekspor kita di masa mendatang lebih didominasi oleh produk yang mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi.
Berkenaan dengan hal tersebut, sejak tahun 2009 Kebijakan Hilirisasi Sawit sudah mulai dicanangkan dengan perintisan pembangunan klaster industri sawit yang saat ini telah mulai diproses di Sei Mangke Sumut, Dumai dan Kuala Enok di Riau serta Maloy di Prop Kaltim. Berbagai bentuk insentif dan disinsentif sedang dibahas saat ini untuk pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK), sebagai bagian dari arah pengembangan klaster berbasis sawit. Kebijakan hilirisasi tersebut juga akan diperkuat oleh Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). MP3EI bertujuan mengarahkan pembangunan Indonesia yang dapat menghasilkan produk-produk yang bernilai tambah, mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan, yang didukung oleh infrastruktur yang baik, interkonektivitas antar pusat pertumbuhan, dan teknologi yang tinggi. MP3EI diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8-9% per tahun.
Ada tiga strategi utama dalam MP3EI, yaitu Mengembangkan koridor ekonomi indonesia, Memperkuat konektivitas nasional, dan Mempercepat kemampuan iptek nasional. Untuk pengembangan koridor ekonomi Indonesia, kita akan membangun pusat-pusat pertumbuhan di setiap pulau, dengan pengembangan klaster industri berbasis sumber daya unggulan (komoditi dan/atau sektor). Sedangkan penguatan konetivitas nasional akan dicapai dengan mewujudkan sinergi antar pusat pertumbuhan, meningkatkan sistem logistik sehingga mengurangi transaction costdan mewujudkan akses pelayanan yang merata.
Berdirinya pabrik industri hilir kelapa sawit ini merupakan salah satu bentuk perwujudan yang konkrit dari proses hiliriasi di sektor sawit. Pabrik ini telah mulai beroperasi dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 700 orang, dan bahkan sudah direncanakan untuk dikembangkan lebih luas lagi, sehingga akan mampu menampung sekitar 1000 tenaga kerja baru. Pengoperasian pabrik ini diharapkan disamping terciptanya lapangan kerja yang cukup banyak, pabrik ini mampu menciptakan nilai tambah yang cukup signifikan terhadap CPO. Selain itu, dampakmultiplier effect (dampak pengganda) dari pengoperasian pabrik ini juga tidak dapat diabaikan. Selain meningkatkan produksi dan hasil industri hilir, pengembangan riset dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia senantiasa diperhatikan agar kreatifitas, inovasi dan efisiensi dari PT SMART Tbk ini terus berkembang. Kita menyadari bahwa perkembangan teknologi akan terus bergulir seiring dengan perkembangan ekonomi dunia. Artinya, persaingan akan menjadi semakin ketat. Penguasaan teknologi yang terkini mutlak diperlukan agar produk kita tetap kompetitif di pasar dunia.
Pengelolaan sumber daya alam dan industri yang berwawasan lingkungan juga menjadi suatu keharusan. Karena itu, sebisa mungkin teknologi yang digunakan harus sudah mengadopsi azas kelestarian lingkungan. Dengan demikian, disamping kelestarian produksi, kemaslahatan bumi, laut dan udara pun menjadi terjaga. Hal ini, bila dapat diwujukan, akan menjadi kekuatan industri hilir sawit Indonesia yang patut dibanggakan.(Sumber Kementerian Perekonomian RI)


