Profil Dinas Perindagkop dan UMKM
20 Jun 2011 08:13 WIBDinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM mempunyai selanjutnya »
Pasar Subuh 2010
30 Apr 2011 14:43 WIBPasar Subuh 2010. Pasar Subuh 2010. Pasar Subuh 2010. selanjutnya »
Kerajinan Batik Karya Warga Tarumajaya, Bekasi
Kerajinan Batik Karya Warga Tarumajaya, Bekasi
Berawal dari kecintaannya terhadap batik, Ernawati kini sibuk mengembangkan batik dengan ciri khas Bekasi. Di sanggarnya yang berada di pelosok perkampungan, sejak empat bulan lalu dia membina sekitar 20-an remaja wanita dan pria untuk belajar membatik.Berkat ketekunan mereka, sanggar batik ini mulai berkembang dan telah menerima order bahkan dari luar daerah hingga dunia internasional. ’’Ke depannya, semua warga, khususnya remaja di Kampung Kebon Kelapa untuk berlatih membatik hingga semua keluarga di kampung ini bisa membatik dan menjadikannya sebagai lapangan pekerjaan,” katanya. Pusat kerajinan batik khas Kabupaten Bekasi di Tarumajaya.
Rasa kecintaannya terhadap batik, diakuinya juga mengalir dari darah sang tante yang juga pengrajin atau pengusaha batik di Kota Semarang. Maka seperangkat alat keperluan membatik, diboyong dari Semarang ke Kampung Kebon Kelapa, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya.
Batik yang dihasilkan dari sanggarnya itu terlihat pada motif-motif selalu menyisipkan sebuah budaya Bekasi, khususnya budaya pinggiran dan pesisir. Selain dituangkan melalui batik cap, budaya Bekasi itu juga dituangkan pada batik tulis. “Kita punya batik tulis dengan motif ‘Si Pitung’, jagoan Betawi yang terkenal itu,” bebernya penuh bangga.
Selain itu lanjut dia, motif Kegiatan sehari-hari masyarakat pesisir seperti kesibukan nelayan, kesenian dombret, juga menjadi bagian dari keragaman motif Batik Bekasi ini. Bahkan diakui dia, sanggar batik miliknya mulai semakin dikenal kalangan masyarakat. Sehingga hasil karya batiknya sesuai dengan kelasnya.
Sementara itu dukungan tersebut juga datang dari Kepala Desa Senggarajaya, H. Romli yang mengaku sangat mendukung Desanya sebagai Sentra Batik Bekasi. Namun sayangnya kata dia penuh kekecewaan karena jalan lingkungan menuju Kampung Kebon Kelapa rusak parah, lantaran anggaran perbaikan bantuan provinsi sebesar Rp1,6 miliar lalu tidak diserap.
’’Kalau anggaran itu diserap, mestinya jalan menuju Kampung Kebon Kelapa ini sudah geleser-geleser, sehingga peminat batik buatan khas warganya itu bisa banyak diminati oleh semua kalangan karena infrastruktur menuju Sanggar bisa dilalui,” katanya.


